Letjen Novi Helmy Kembali ke TNI Tanpa Melanggar Aturan, Mengapa Masih Diframing Negatif?

TRIBUN PUBLIK

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 18:50 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Seperti dikabarkan bahwa Letjen TNI Novi Helmy Prasetya memilih mundur dari Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog setelah sekitar lima bulan menjabat. Sebelumnya, penempatan Letjen Novi Helmy sebagai Direktur Utama Perum Bulog berdasarkan permintaan dari pihak BUMN. Sebagai informasi, proses pengunduran diri Letjen TNI Novi Helmy belum rampung, dan beliau memilih serta memutuskan kembali mengabdi sebagai anggota TNI.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta, Dedi Siregar, dalam siaran pers di Jakarta memberikan pernyataan terkait kabar Letjen TNI Novi Helmy memilih bertugas di TNI dan mundur sebagai Dirut Perum Bulog yang sempat ramai di media. Ia menegaskan bahwa keputusan Letjen TNI Novi Helmy untuk tetap berdinas di TNI adalah pilihan pribadi dan tidak ada yang dilanggar dalam prosesnya. Oleh karena itu, pihaknya meminta semua pihak agar tidak mem-framing sebuah berita yang tujuannya mempolitisasi isu demi kepentingan tertentu, yang justru menimbulkan stigma negatif terhadap lembaga negara.

Sebagai informasi, di dalam prosesnya, Letjen TNI Novi Helmy memutuskan untuk tetap melanjutkan pengabdiannya di lingkungan TNI. Panglima TNI pun langsung bersurat kepada Menteri BUMN pada tanggal 5 Juni 2025 untuk meminta persetujuan menarik Letjen TNI Novi Helmy Prasetya dari penugasan di Perum Bulog.

Sebagai respons, Kementerian BUMN memberikan persetujuan resmi melalui surat Nomor SR-75/DSI.MBU/07/2025 tanggal 30 Juni 2025, yang menyetujui pengakhiran penugasan Letjen TNI Novi Helmy Prasetya dan pengembalian yang bersangkutan ke institusi TNI. Letjen Novi Helmy telah memilih untuk tetap berdinas sebagai prajurit TNI. Keputusan ini juga merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dan pembinaan personel, sehingga TNI menerima kembali Letjen TNI Novi Helmy Prasetya yang memutuskan tetap melanjutkan pengabdiannya di lingkungan TNI.

Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak-pihak terkait agar stop membangun stigma atau narasi yang tendensius di media massa maupun media sosial terhadap pilihan dan tugas Letjen Novi Helmy di TNI. Kami juga meminta agar tidak menggiring opini publik secara negatif serta tidak mengambil kesimpulan sepihak yang tidak berdasar dan tidak melihat fakta secara menyeluruh, karena hal itu akan menghasilkan pemberitaan yang hanya berupa opini, tidak objektif, dan cenderung provokatif. (*)

Berita Terkait

Demo di Kantor Mabes Polri Bermula Dari Brigadir Shinto Sembiring Suruh Korban Nangkap Maling, Korban Malah Dilaporkan Ke Polisi
Publik Desak KPI Bentuk Tim Pemeriksa Dugaan Pelanggaran Etika Ketua KPID Sumut
Laporan Kemhan ke Dewan Pers, Dinilai Langkah Mundur bagi Demokrasi
Habib Bahar Mengingatkan Pentingnya Jiwa Merah Putih untuk Menjaga Persatuan Indonesia
KNPI Depok: Indonesia Emas 2045 Harus Dimulai dari Investasi Serius pada Generasi Muda Hari Ini
PRIMA Kawal Laporan Hukum: Banggai Laut Diwarnai Dugaan Pelanggaran Berat oleh Pejabat Aktif
Launching Layanan Elektronik di Batam, Kakanwil BPN Kepri Serukan Semangat Transformasi dan Kolaborasi Digital
DPP LPPI Sebut Menteri UMKM Korban Opini Sesat, Bukan Pelaku Penyalahgunaan Dana Negara atau Jabatan

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:47 WIB

Ultimatum Terbuka GEMPAR SUMUT ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia: Dugaan Alih Fungsi Sawah untuk Gudang PT Toyota Astra Motor Harus Diusut Tuntas, KRK–PBG Diduga Tak Boleh Dilindungi

Senin, 2 Maret 2026 - 22:49 WIB

SK Diduga Cacat, Prosedur Diinjak! Pencopotan Kepsek SDN 007 Tambusai Utara Picu Amarah Publik Rokan Hulu

Senin, 2 Maret 2026 - 21:05 WIB

Setengah Miliar Infrastruktur Dipertanyakan, GEMPUR Tantang Aparat Bongkar Sampai Akar

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:52 WIB

Audit Total atau Aksi Massa! GEMPUR-DS Ultimatum Aparat Soal Dugaan Skandal Dana Desa

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:34 WIB

Hampir 100 UMKM Ramaikan Bazar Ramadan 1447 H di Tanjung Morawa, Bupati Sebut Ekonomi Warga Menggeliat

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:54 WIB

Mark Up, Laporan Fiktif, Uang Rakyat Hilang! GEMA Menggempur Dugaan Korupsi Dana Desa Buntu Bedimbar!

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:00 WIB

Kontroversi Dana Desa Sena Rp792 Juta Terungkap Salah Paham, Aktivis Diminta Bangun Sinergi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:42 WIB

GEMA Klarifikasi Dugaan Korupsi Dana Desa 2025 di Desa Bangun Sari : Akui Salah Paham Data, Dorong Kolaborasi dan Transparansi

Berita Terbaru