Turun Langsung di Tengah Banjir, Jurnalis CNN Indonesia Sentuh Hati Warga Deli Serdang

ASWAR

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:12 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribunpublik.web.id Deli Serdang – Banjir yang merendam Kecamatan Percut Sei Tuan meninggalkan luka dan kesulitan bagi warga. Di tengah derasnya air dan lumpur, satu sosok hadir bukan hanya sebagai pemberi berita, tapi juga sebagai penolong: Junaedi, jurnalis dan stringer CNN Indonesia.

 

Selama dua hari, Junaedi menyusuri gang-gang dan rumah-rumah yang sempat terendam, menyalurkan bantuan door to door—paket sembako, makanan ringan, dan pakaian layak pakai—langsung ke tangan warga. Setiap langkahnya terlihat tulus, memastikan bantuan tepat sasaran, tanpa tercecer atau hilang di perjalanan.

 

“Alhamdulillah, bisa langsung bertemu dan membantu warga terdampak banjir. Meski sederhana, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Selasa (27/1/2026).

 

Bagi Junaedi, aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial. Di balik senyuman warga yang menerima paket bantuan, terselip rasa prihatin mendalam. Terutama saat melihat anak-anak dan lansia harus meniti jalan berlumpur, rumah mereka masih basah kuyup, dan persediaan makanan menipis.

 

Salah satu warga, Mira (63), mengungkapkan rasa syukurnya sambil menahan haru:

“Kok bisa ngerti gitu ya. Terima kasih banyak sudah datang. Bantuan dari pihak lain kemarin bahkan tidak sampai ke sini… sekarang kami benar-benar merasa diperhatikan.”

 

Pengumpulan bantuan ini memakan waktu hampir dua minggu, melibatkan teman-teman dan relawan dari berbagai pihak. Semua dikumpulkan dengan teliti, agar saat dibagikan, warga bisa merasakan kepedulian yang nyata.

 

“Menyaksikan warga yang terdampak langsung, hati ini campur aduk. Bangga bisa membantu, tapi sedih juga melihat kondisi mereka, apalagi menjelang Ramadan,” ungkap Junaedi.

 

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa seorang jurnalis tidak hanya mencatat bencana, tapi juga bisa menjadi bagian dari solusi, hadir di tengah masyarakat, merasakan kesulitan mereka, dan menyalurkan bantuan dengan hati.

Berita Terkait

Togel Rp30 Miliar per Hari di Sumut, Jaringan Diduga Terstruktur: Aparat Diuji, Berani Bongkar?
Skandal Jaringan SAMSAT Rp13,7 Miliar: Dugaan Pelanggaran Prosedur dan Teknis!
Diduga Kebal Hukum, Judi Togel ‘Opung Bongotan’ Operasi Terbuka di 11 Desa Batang Kuis
Ibu dan Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Penganiayaan di Rumah Sendiri Pukulan Berhenti, Teror Tidak
Ikan Mati Massal di Sungai Bengkel, Klaim “Air Aman” Pabrik Tumbang di Hadapan Fakta
Masjid Jami at-Awun Lebak Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Apresiasi Guru Ngaji dengan Cendramata Mata
Demo Tidak Relevan, Kepala Desa Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Transparansi
Respons Cepat, Ribuan Ikan Mati di Sungai Bengkel Diduga Akibat Limbah Pabrik

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:41 WIB

Togel Rp30 Miliar per Hari di Sumut, Jaringan Diduga Terstruktur: Aparat Diuji, Berani Bongkar?

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:53 WIB

Diduga Kebal Hukum, Judi Togel ‘Opung Bongotan’ Operasi Terbuka di 11 Desa Batang Kuis

Senin, 9 Februari 2026 - 01:23 WIB

Ibu dan Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Penganiayaan di Rumah Sendiri Pukulan Berhenti, Teror Tidak

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:58 WIB

Ikan Mati Massal di Sungai Bengkel, Klaim “Air Aman” Pabrik Tumbang di Hadapan Fakta

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:33 WIB

Masjid Jami at-Awun Lebak Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Apresiasi Guru Ngaji dengan Cendramata Mata

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:56 WIB

Demo Tidak Relevan, Kepala Desa Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Transparansi

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:47 WIB

Respons Cepat, Ribuan Ikan Mati di Sungai Bengkel Diduga Akibat Limbah Pabrik

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:32 WIB

Dugaan Kejahatan Lingkungan, Limbah Beracun Menghabisi Ekosistem Sungai

Berita Terbaru