Demo Tidak Relevan, Kepala Desa Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Transparansi

ASWAR

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:56 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribunpublik.web.id Deliserdang – Kepala Desa Bagan Serdang, Imran, menanggapi rencana aksi demonstrasi yang digelar oleh Gerakan Pemuda Hak Rakyat Pejuang Keadilan (GARDA HARAPAN SUMUT) terkait dugaan penyalahgunaan Dana BUMDes Desa Bagan Serdang tahun 2018 senilai Rp200 juta, Kamis (5/2/2026).

 

Imran menegaskan, permasalahan dana BUMDes tahun 2018 telah selesai ditangani. Pemeriksaan dugaan penyalahgunaan dana telah dilakukan oleh Tipikor Polres Deli Serdang dan Inspektorat Kabupaten Deli Serdang pada 2020, dan hasilnya dinyatakan lengkap serta sesuai prosedur hukum.

 

“Semua prosedur hukum terkait BUMDes telah ditempuh, dan tidak ada hal yang tersisa untuk ditindaklanjuti,” kata Imran. Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu terganggu dengan aksi yang dianggap tidak perlu.

 

Penasihat hukum Kepala Desa, Ihwan Bancin, S.H.MH, menegaskan, rencana demo tidak seharusnya dilakukan. Menurutnya, tidak ada kewajiban hukum yang tertunda karena Inspektorat Kabupaten Deli Serdang telah menyelesaikan pemeriksaan dan audit kegiatan BUMDes tersebut.

 

Imran menegaskan, Bagan Serdang adalah desa yang tertinggal yang harus dibangun. “Maka dari itu, berikan saya waktu dan kesempatan untuk membangun desa Bagan Serdang lebih maju lagi,” ujarnya.

 

Rencana aksi GARDA HARAPAN SUMUT dijadwalkan berlangsung Jumat, 6 Februari 2026. Massa sekitar 100 orang akan bergerak menuju kantor Inspektorat, Dinas PMD, Bupati, dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, untuk menyoroti dugaan praktik KKN dan menuntut transparansi pengelolaan dana desa.

 

Meski begitu, Kepala Desa berharap semua pihak menghormati hasil pemeriksaan aparat penegak hukum. Ia mengimbau peserta aksi tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan ketegangan di masyarakat.

 

Imran menekankan, pemerintah desa terus berkomitmen meningkatkan pelayanan dan transparansi kepada masyarakat Bagan Serdang. Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi publik agar warga memahami bahwa kasus Dana BUMDes 2018 telah diselesaikan sesuai mekanisme hukum, dan fokus tetap pada pembangunan desa serta pelayanan publik yang berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Togel Rp30 Miliar per Hari di Sumut, Jaringan Diduga Terstruktur: Aparat Diuji, Berani Bongkar?
Skandal Jaringan SAMSAT Rp13,7 Miliar: Dugaan Pelanggaran Prosedur dan Teknis!
Diduga Kebal Hukum, Judi Togel ‘Opung Bongotan’ Operasi Terbuka di 11 Desa Batang Kuis
Ibu dan Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Penganiayaan di Rumah Sendiri Pukulan Berhenti, Teror Tidak
Ikan Mati Massal di Sungai Bengkel, Klaim “Air Aman” Pabrik Tumbang di Hadapan Fakta
Masjid Jami at-Awun Lebak Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Apresiasi Guru Ngaji dengan Cendramata Mata
Respons Cepat, Ribuan Ikan Mati di Sungai Bengkel Diduga Akibat Limbah Pabrik
Dugaan Kejahatan Lingkungan, Limbah Beracun Menghabisi Ekosistem Sungai

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:41 WIB

Togel Rp30 Miliar per Hari di Sumut, Jaringan Diduga Terstruktur: Aparat Diuji, Berani Bongkar?

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:53 WIB

Diduga Kebal Hukum, Judi Togel ‘Opung Bongotan’ Operasi Terbuka di 11 Desa Batang Kuis

Senin, 9 Februari 2026 - 01:23 WIB

Ibu dan Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Penganiayaan di Rumah Sendiri Pukulan Berhenti, Teror Tidak

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:58 WIB

Ikan Mati Massal di Sungai Bengkel, Klaim “Air Aman” Pabrik Tumbang di Hadapan Fakta

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:33 WIB

Masjid Jami at-Awun Lebak Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Apresiasi Guru Ngaji dengan Cendramata Mata

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:56 WIB

Demo Tidak Relevan, Kepala Desa Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Transparansi

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:47 WIB

Respons Cepat, Ribuan Ikan Mati di Sungai Bengkel Diduga Akibat Limbah Pabrik

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:32 WIB

Dugaan Kejahatan Lingkungan, Limbah Beracun Menghabisi Ekosistem Sungai

Berita Terbaru