Hukum Mandul di Sumut: Togel Masih Eksis, Wartawan Ditekan, Kredibilitas Aparat Terancam

ASWAR

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 18:39 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribunpublik.web.id Deliserdang — Sempat viral pemberitaan terkait dugaan jaringan judi togel “Aseng Kayu” di Sumatera Utara. Sorotan publik meluas, perhatian menguat. Namun hingga kini, praktik tersebut dikabarkan masih terus berjalan di sejumlah wilayah. Jika benar belum ada tindakan nyata, ini bukan sekadar kelambanan—ini persoalan serius penegakan hukum.

 

Sorotan langsung tertuju pada Polda Sumatera Utara. Tidak ada lagi ruang untuk jawaban normatif. Publik menunggu operasi konkret, bukan kalimat diplomatis,Senin (16/2/2026).

 

Wilayah hukum Polrestabes Medan, Polres Deli Serdang, dan Polres Serdang Bedagai disebut sebagai titik aktivitas. Jika praktik masih hidup, maka penindakan belum menyentuh inti persoalan.

 

Kanit Reskrim Polsek Batangkuis bahkan melarang wartawan untuk ikut-ikutan menerbitkan berita ini, sebuah sikap yang menambah misteri dan mempertanyakan transparansi aparat di lapangan.

 

Pejabat pemerintah daerah dan anggota dewan juga tidak bisa bersembunyi di balik alasan teknis. Pengawasan adalah tanggung jawab. Ketika perjudian merusak ekonomi masyarakat, pembiaran adalah sikap yang akan dicatat publik.

 

Menjelang Ramadhan, kondisi ini menjadi tamparan keras. Di saat masyarakat menuntut ketertiban, dugaan praktik judi justru tetap eksis. Ini bukan sekadar ironi, ini pembiaran yang mencederai rasa keadilan.

 

Jika dugaan ini benar dan tetap dibiarkan, maka pesan yang terbaca sederhana: hukum tidak bekerja maksimal. Persepsi itu berbahaya dan menghancurkan kepercayaan publik.

 

Rakyat tidak butuh janji. Mereka menunggu tindakan nyata: penggerebekan, penangkapan, pembongkaran jaringan, dan transparansi hasilnya.

 

Jika judi “Aseng Kayu” masih beroperasi tanpa tindakan tegas, maka aparat penegak hukum, pejabat pemerintah, dan anggota dewan sedang mempertaruhkan kredibilitasnya sendiri di hadapan publik. Tidak ada ruang abu-abu. Bertindak atau kehilangan kepercayaan.

Berita Terkait

Ultimatum Terbuka GEMPAR SUMUT ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia: Dugaan Alih Fungsi Sawah untuk Gudang PT Toyota Astra Motor Harus Diusut Tuntas, KRK–PBG Diduga Tak Boleh Dilindungi
Klarifikasi Terbuka Jadi Titik Balik, Pemerintah Desa dan Mahasiswa Bangun Kolaborasi Positif
SK Diduga Cacat, Prosedur Diinjak! Pencopotan Kepsek SDN 007 Tambusai Utara Picu Amarah Publik Rokan Hulu
Setengah Miliar Infrastruktur Dipertanyakan, GEMPUR Tantang Aparat Bongkar Sampai Akar
Audit Total atau Aksi Massa! GEMPUR-DS Ultimatum Aparat Soal Dugaan Skandal Dana Desa
Hampir 100 UMKM Ramaikan Bazar Ramadan 1447 H di Tanjung Morawa, Bupati Sebut Ekonomi Warga Menggeliat
Mark Up, Laporan Fiktif, Uang Rakyat Hilang! GEMA Menggempur Dugaan Korupsi Dana Desa Buntu Bedimbar!
Kontroversi Dana Desa Sena Rp792 Juta Terungkap Salah Paham, Aktivis Diminta Bangun Sinergi

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:47 WIB

Ultimatum Terbuka GEMPAR SUMUT ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia: Dugaan Alih Fungsi Sawah untuk Gudang PT Toyota Astra Motor Harus Diusut Tuntas, KRK–PBG Diduga Tak Boleh Dilindungi

Senin, 2 Maret 2026 - 22:49 WIB

SK Diduga Cacat, Prosedur Diinjak! Pencopotan Kepsek SDN 007 Tambusai Utara Picu Amarah Publik Rokan Hulu

Senin, 2 Maret 2026 - 21:05 WIB

Setengah Miliar Infrastruktur Dipertanyakan, GEMPUR Tantang Aparat Bongkar Sampai Akar

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:52 WIB

Audit Total atau Aksi Massa! GEMPUR-DS Ultimatum Aparat Soal Dugaan Skandal Dana Desa

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:34 WIB

Hampir 100 UMKM Ramaikan Bazar Ramadan 1447 H di Tanjung Morawa, Bupati Sebut Ekonomi Warga Menggeliat

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:54 WIB

Mark Up, Laporan Fiktif, Uang Rakyat Hilang! GEMA Menggempur Dugaan Korupsi Dana Desa Buntu Bedimbar!

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:00 WIB

Kontroversi Dana Desa Sena Rp792 Juta Terungkap Salah Paham, Aktivis Diminta Bangun Sinergi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:42 WIB

GEMA Klarifikasi Dugaan Korupsi Dana Desa 2025 di Desa Bangun Sari : Akui Salah Paham Data, Dorong Kolaborasi dan Transparansi

Berita Terbaru