Mark Up, Laporan Fiktif, Uang Rakyat Hilang! GEMA Menggempur Dugaan Korupsi Dana Desa Buntu Bedimbar!

ASWAR

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:54 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribunpublik.web.id Deli Serdang – Dugaan korupsi Dana Desa kembali mencoreng pemerintahan desa. Kali ini, sorotan mengarah ke Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, di mana uang rakyat yang seharusnya menjadi napas pembangunan, diduga beralih ke kantong segelintir oknum tanpa pertanggungjawaban.

 

Berdasarkan data Tahun Anggaran 2025, total pagu Dana Desa mencapai Rp 1.764.471.000, dengan realisasi tercatat Rp 1.459.837.536. Satu miliar empat ratus lima puluh sembilan juta rupiah lebih uang rakyat dikelola desa, tapi nyata pembangunan di lapangan nyaris nihil.

 

Laporan administrasi menyebut sepuluh item kegiatan pembangunan: jalan desa, gorong-gorong, drainase, box culvert, kantor desa, pengerasan jalan lingkungan, hingga sistem pembuangan limbah. Total realisasi fisik hanya Rp 127.186.000.

 

Faktanya, kondisi lapangan jauh dari kata sepadan. Jalan rusak, drainase amburadul, kantor desa seadanya. Publik bertanya: ini pembangunan atau modus penipuan angka?

 

Kecurigaan semakin kuat dengan dugaan ketidaksesuaian lokasi pengajuan anggaran dan lokasi proyek. Jika benar, ini bukan sekadar kesalahan administrasi – ini pintu masuk manipulasi, markup, dan pemalsuan data publik.

 

Sorotan paling panas tertuju pada Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan bagi Masyarakat, yang digelontorkan Rp 122.308.600, tapi tidak dirasakan manfaatnya sama sekali.

 

Lebih tragis, desa menganggarkan Rp 303.363.224 untuk Posyandu, Pos Kesehatan Desa, obat-obatan, kelas ibu hamil, kelas lansia, insentif kader, bidan, perawat, hingga pelayanan KB. Warga menegaskan: obat tak tersedia, bantuan saat bencana nyaris nihil, pelayanan kesehatan hanya di atas kertas.

 

Ini bukan sekadar dugaan. Ini manipulasi data publik secara terang-terangan.

 

Gerakan Mahasiswa Aktivis GEMA dan AMB menilai indikasi penyimpangan ini layak diusut hukum secara terbuka dan profesional. Mereka menuntut audit menyeluruh ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Polda Sumut – tanpa kompromi!

 

“Musuh terbesar bangsa ini adalah korupsi. Tidak boleh ada kompromi,” tegas GEMA.

 

Sikap kepala desa yang kerap menghilang saat hendak dikonfirmasi dan bungkam total saat dihubungi via WhatsApp, semakin memperkeruh situasi. Diam bukan strategi, itu penghinaan terhadap rakyat. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban hukum dan moral.

 

Mahasiswa menegaskan: jika bukti cukup, proses hukum harus naik langsung ke penyelidikan dan penyidikan tanpa pandang bulu. Mereka siap aksi massa di kantor desa jika aparat tidak bertindak.

 

GEMA juga mendesak Bupati Deli Serdang mengevaluasi total tata kelola Dana Desa. Kepercayaan publik sedang diuji. Marwah pemerintahan dipertaruhkan.

 

Rp 1,459 miliar bukan uang receh. Jika dugaan ini benar, ini bukan sekadar kesalahan administrasi,ini kriminalitas terhadap uang rakyat, integritas, dan hukum!

 

Jangan biarkan Dana Desa, yang seharusnya menjadi fondasi pembangunan, berubah menjadi simbol kecurigaan dan kebusukan yang membusuk tanpa dibongkar sampai tuntas.

Berita Terkait

Ultimatum Terbuka GEMPAR SUMUT ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia: Dugaan Alih Fungsi Sawah untuk Gudang PT Toyota Astra Motor Harus Diusut Tuntas, KRK–PBG Diduga Tak Boleh Dilindungi
Klarifikasi Terbuka Jadi Titik Balik, Pemerintah Desa dan Mahasiswa Bangun Kolaborasi Positif
SK Diduga Cacat, Prosedur Diinjak! Pencopotan Kepsek SDN 007 Tambusai Utara Picu Amarah Publik Rokan Hulu
Setengah Miliar Infrastruktur Dipertanyakan, GEMPUR Tantang Aparat Bongkar Sampai Akar
Audit Total atau Aksi Massa! GEMPUR-DS Ultimatum Aparat Soal Dugaan Skandal Dana Desa
Hampir 100 UMKM Ramaikan Bazar Ramadan 1447 H di Tanjung Morawa, Bupati Sebut Ekonomi Warga Menggeliat
Kontroversi Dana Desa Sena Rp792 Juta Terungkap Salah Paham, Aktivis Diminta Bangun Sinergi
GEMA Klarifikasi Dugaan Korupsi Dana Desa 2025 di Desa Bangun Sari : Akui Salah Paham Data, Dorong Kolaborasi dan Transparansi

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:47 WIB

Ultimatum Terbuka GEMPAR SUMUT ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia: Dugaan Alih Fungsi Sawah untuk Gudang PT Toyota Astra Motor Harus Diusut Tuntas, KRK–PBG Diduga Tak Boleh Dilindungi

Senin, 2 Maret 2026 - 22:49 WIB

SK Diduga Cacat, Prosedur Diinjak! Pencopotan Kepsek SDN 007 Tambusai Utara Picu Amarah Publik Rokan Hulu

Senin, 2 Maret 2026 - 21:05 WIB

Setengah Miliar Infrastruktur Dipertanyakan, GEMPUR Tantang Aparat Bongkar Sampai Akar

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:52 WIB

Audit Total atau Aksi Massa! GEMPUR-DS Ultimatum Aparat Soal Dugaan Skandal Dana Desa

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:34 WIB

Hampir 100 UMKM Ramaikan Bazar Ramadan 1447 H di Tanjung Morawa, Bupati Sebut Ekonomi Warga Menggeliat

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:54 WIB

Mark Up, Laporan Fiktif, Uang Rakyat Hilang! GEMA Menggempur Dugaan Korupsi Dana Desa Buntu Bedimbar!

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:00 WIB

Kontroversi Dana Desa Sena Rp792 Juta Terungkap Salah Paham, Aktivis Diminta Bangun Sinergi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:42 WIB

GEMA Klarifikasi Dugaan Korupsi Dana Desa 2025 di Desa Bangun Sari : Akui Salah Paham Data, Dorong Kolaborasi dan Transparansi

Berita Terbaru